aku...
aku yang terlahir di dunia ini untuk menjadi seorang wanita
aku yang tumbuh menjadi sesosok wanita yang kuat
aku yang di besarkan dan didik oleh kedua orang tuaku
aku yang setelah remaja dan mengenal cinta..
dan kini..
aku merasakan apa itu jatuh cinta
aku yang tidak pernah merasakan apa itu sakit hati.
aku yang tidak pernah tau apa itu rasa deg degan saat melihat pria
dan kini aku merasakan semuanya..
saat ini..
aku tidak ingin pernah mencari pacar tapi aku ingin mencari seseorang
seseorang yang ingin bersamaku disetiap harinyawalau tanpa hubungan.
Biarkan hati yang akan berbicara dan menemukan jalannya
aku yang lelah untuk menjalin sebuah hubungan yang pada akhirnya berakhir begitu saja.
aku ingin menjalin sebuah hubungan yang serius dan berakhir happy ending
aku tau takkan ada seorang pria yang ingin menjalin hubungan tanpa status berpacaran
tapi aku yakin tuhan telah menciptakan satu lelaki untuk aku sayangi, untuk aku cintai
dan untuk menjaga hatiku ini dengan sempurna tanpa merasakan sakit hati
untuk selalu memberikan senyuman bahagia walau nanti akan ada air mata yang keluar
tetapi setidaknya air mata kebahagian yang keluar bukan air mata kesedihan karena kekecewaan
tuhan aku lelah dengan semua pria yang datang hanya memberikan kesenangan sesaat
tuhan aku lelah dengan pria yang datang memberikan kebahagian
namun, dia pergi dengan membawa semua senyuman dan kebahagian yang telah dia berikan
dan menggantikannya dengan derai air mata dan meninggalkan goresan hati.
hati yang susah payah aku sembuhkan namun di berikan goresan itu lagi
oh tuhan aku mohon jangan biarkan itu terjadi lagi kepdaku
aku lelah dengan rasa sakit itu
aku lelah dengan air mata itu
aku lelah dengan keresahan hati itu
tuhan aku ingin bahagia bersama orang yang menyayangi aku dengan tulus
seperti kedua orang tuaku menyayangiku
walau aku tau takkan pernah ada sayang yang tulus seperti kedua orang tuaku
tetapi setidaknya dia bisa menyayangiku dengan kejujurannya
aku ingin seorang pria yang menyayangiku dengan kejujuran hatinya
bukan hanya mengatakan sayang tetapi pada kenyataannya hanya melukai :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar