Selasa, 28 Maret 2023

Pacarku Punya Istri

Hi.... 

Udah lama banget aku ga nulis disini, well udah penasaran sama judul ceritanya kan, akan aku tulis dengan baik. lets go 😋


2017

Perkenalan kita dimulai dari aplikasi dating. Di tahun 2017 belum banyak aplikasi dating seperti saat ini. Aku hanya tau yaitu Tinder. Singkat cerita aku macth dengannya dan kamipun banyak kesamaan bahkan asik sekali dalam chatingan berdua. Awal yang sangat mengasikan untuk bisa dekat dengan seseorang sebut saja dengan teman pena. Hampir setiap hari kami saling bertukar cerita, pikiran, bahkan cerita satu sama lainnya. Dia sesosok pria yang sangat hangat, penyayang, lembut bahkan gaya bicaranya pun membuat hati merasa damai dan nyaman. 

"Hi" sapanya

"Hi juga, siapa disana?" jawabku keesokannya

Seperti biasa belum ada balasan, hingga akhirnya aku inisiatif untuk mengaktifkan notification dari aplikasi tersebut. Sehingga saat dia balas akan ada muncul pemberitahuan. Benar saja, akhirnya yang di tunggu membalas pean

"Radit nih, tinggal dimana nov?" balasnya di sore hari.

"Jakarta pusat, salemba, kamu?" balasku singkat

"Aku di cilandak, tau ga?" 

"Oh di cilandak, yah gatau hehe"

"Di daerah jaksel nov"

"Tetep gatau, bukan anak jaksel soalnya, btw kerja dimana?"

"Kerja di rumah sakit, jadi perawat"

"Oooh keren yaaa perawat, trus ini masih kerja atau gmna?"

"Iya ini lagi kerja"

"Emang engga rame sama pasien, ko bisa chatan"

"Engga, lagi sepi"

"Oh okay, selamat beraktifitas"

Begitulah awal perkenalan kami, chatingan yang ngalir begitu saja hingga berhari-hari bahkan berbulan bulan di lakukan tanpa adanya saling meminta nomor WA. Sampai akhirnya aku merasa nyaman dan meminta untuk bertemu dengannya.

"Dit, ketemun ga sih? kita udah lumayan lama loh kenal" pesanku di tengah tengah chatan kita.

"Kan jauh, emang kamu mau ktemu" balasnya

"Yah harus ketemu dong, emang ga ada niatan buat ketemu?" 

"Aku di daerah cilandak, jauh dari tempatmu loh"

"Ketemu di tengah2 ajah, gimana?"

"Aku ga punya kendaraan, dan aku juga blm tau jln di jkt, kan kamu tau aku ngekost disini"

"Yauda, gini ajah, daerah sana yang deket dmna, biar aku yang kesana gmna?"

"Boleh, aku minta nomor wa mu ya, biar aku bisa hubungi kamu"

"Oke, 0857 74xx xxxx, chat ajah"

Chatan kami berakhir disana, faktanya tidak ada wa darinya, bahkan tak ada lagi chat darinya di tinder. aku pun berfikir untuk tidak mengganggu dirinya yang mungkin saja memang sibuk dengan aktivitasnya. Toh jika memang berniat ingin bertemu denganku dia akan menghubungiku. Selang beberapa minggu akhirnya dia kembali memberi kabar kepadaku, namun tidak melalui wa tetap tinder.

"HI nov, apa kabar"

"Baik, alhamdulillah, kamu?" 

"Alhamdulillah baik juga"

"Kemana ajah, ko ga chat wa?"

"Iya nih, kamu ajah yang chat aku gmna?"

"Mana nomornya"

"0856 xxxx xxxx itu nov" 

"Ok, nanti aku chat"

Niat alih ingin membalas dendamku seperti dia yang tidak juga chat aku di wa, akhirnya aku melakukan hal yang sama dengannya. Aku pun tidak langsung chat dia setelah mendapatkan nomornya hehehe. Selang beberapa hari akhirnya aku chat wa nya. 

"Novi, tinder, save ya"

"Okay nov" balasnya

"Hayuk ktemu" ajak ku dengan singkat karena mulai bosan dengan alur perkenalan dengannya

"Boleh, hari selasa aku libur"

"Oke, one bell park ya, sore sekitar jam 3an"

"Iya nov"

"Jadi engganya nanti berkabar ajah ya dit"

"Oke nov, kamu gapapa kesana?"

"Santai dit, tau ko walaupun jauh"

Tibalah di hari minggu, hari janjian kita bertemu. namun tak ada juga kabarnya jadi bertemu atau tidak, alhasil di hari itu tidak ada pertemuan di antara kita. dia menghilang begitu saja.

****

2018

Satu tahun berlalu, tak ada lagi kabar tentang dirinya, nomornya masih tersimpan di hp ku. Storynya pun masih sering muncul. Berteman namun tidak saling menukar kabar itulah kami setelah hari itu. Entah mulai darimana kami saling menukar kabar kembali setelah hampir setahun kami saling diam. Memulai dari menanyakan kabar hingga akhirnya kami saling sepakat untuk bertemu. 

"Kita ini apa? ngerasa dekat tapi belum pernah bertemu" pesanku kepadanya.

"Waktunya belum tepat saja untuk kita saling bertemu" balasannya.

"Alasan klasik untuk menghindari sebuah pertemuan kan, jika tidak ingin bertemu buat apa kita saling menanyakan kabar, hanya membuang waktu"

"Akan ku kabari nanti lagi ya jika aku sudah ada off" katanya

"Ok"

Chattingan aku dan dia berakhir disana. Sampai akhirnya tiba waktu kita saling bertemu. masih di tempat yang sama untuk bertemu. Sejak pertemuan itu kita malah semakin dekat, bahkan saling bertukar cerita di setiap harinya. Mulai dari teleponan, videocallan. Tidak terasa kita telah menjalin hubungan sudah 5bulan lamanya, karena merasa butuh waktu berdua untuk membangun kualitas hubungan yang lebih baik lagi, Sampai akhirnya kita berdua memutuskan untuk liburan bareng. 

Kita liburan di sebuah pulau yang tidak jauh dari ibu kota jakarta ini, pasti kalian tau ko. selama liburan kami merasa memanglah sangatlah dekat. Saling mengisi, membantu dan kompak untuk liburan kala itu. Bahkan untuk pengeluaran dan segalanya kita benar-benar memtuskan bersama. Seperti layaknya sepasang suami istri yang sedang menghabiskan waktu untuk menikamti liburan.

"Aku sayang banget sama kamu, aku mau kamu merasa beruntung memiliki aku dan begitupun aku" 

Kalimat yang membuat aku tercengang di malam itu, di malam saat kita berdua duduk di pinggir pantai sambil melihat hamparan luas langit dengan cahaya bintang serta suara ombak yang datang dan pergi di malam itu. Tanpa sadar aku menitihkan air mata mendengar kalimat itu. 

"Aku sayang banget sama kamu" 

Ucapku sambil menatapnya yang baru saja menoleh ke arah depan. Aku sandarkan kepalaku di pundaknya. Jemari hangatnya yang menggengam tanganku, sambil berkata

"Kita bisa ga ya menikah"

"Bisa, kita berusaha bareng-bareng ya, kita nabung"

Dia hanya menoleh kepadaku dengan tatapan kosongnya. Kami pun kembali ke penginapan karena besok kami akan kembali.

Setelah liburan itu entah kenapa hubungan aku dan dia penuh dengan drama. dia yang biasanya lembut kepadaku menjadi sangat kasar dan cuek kepadaku. Dengan positif thinkingku mungkin dirinya sedang banyak pekerjaan jadi sikapnya menjadi tidak peduli kepadaku. Namun tidak sampai di situ saja terkadang dia berhari hari tidak meresponku. Membuat aku semakin gilak tak karuan dengan sikapnya.

"Aku sayang kamu, aku cinta kamu, tapi aku gatau bagaimana caranya untuk kita bisa bersama"

Sebuah VN yang masuk setelah berhari hari dia menghilang tanpa kabar sama sekali.

"Kita nikah, biar bisa serumah" pikiran pendekku dan membalasnya. 

"iya nikah, kayanya aku ga mampu nov untuk sama kamu"

DAMN.! terasa sangat sesak dadaku saat membaca pesannya. lagi-lagi aku masih terus bisa menyemangatinya. 

"Bisa dit, pasti bisa, yuk bareng-bareng buat bisa kesana (Pernikahan)"

Tidak ada lagi balasan darinya hingga berhari-hari. Aku yang terus mengirim pesan kepadanya dengan pikiran dia lagi banyak masalah. Disaat itu aku benar-benar meminta kepada Tuhanku untuk memberikan petunjuk pada hubunganku dengannya.saat itu kami kembali komunikasi yang baik walaupun late respon. 

"Mau ketemu?" pesanku untuknya

"Boleh, dimana?" balasnya

"Gatau dimana, tempat biasa saja" 

Ada satu tempat makan yang beberapa kali kita kunjungi. (ah gilak, menulis ini cerita membuat gue flashback saat gue bersamanya hehe, sori gais). 

"Yauda kita kesana dulu ya, nanti kita move ke tempat yang bisa kita ngobrol berdua, ok"

Singkat cerita akhirnya aku bertemu lagi dengannya setelah liburan itu. 

"Kayanya kita udahan ajah, percuma aku ga akan bisa sama kamu nov"

Gemetar tubuhku mendengar kalimat itu, tak mengeluarkan sekata apapun, namun air mataku mengalir tanpa henti. yah, aku hanya menangis 

"Kenapa?" lirih suaraku dalam tangisan

"Jangan nangis, please, jangan nangis ya, aku memang ga bisa sama kamu, aku hanya anak kampung yang merantau disini, dan aku akan kembali ke kampung kemungkinan ga akan balik lagi ke sini nov" penjelasannya.

"Kalo soal itu gausah khawatir, kita bisa LDRan, ko kamu gitu sih ngomongnya, ayu berjuang bareng bareng" pintaku kepadanya

"Maaf ya nov, " 

"Mamau" nangisku semakin kencang, terdengar suara sesegukkanku tak karuan dimalam itu, entah apa yang ada dipikiranku saat itu. Aku hanya berfikir kenapa aku tidak bisa bersama dengannya cuma karena dia anak kampung. (sori denail, ga terima mau di putusin gegara itu hehe). Dia hanya terdiam menatapku menangis, menghapus air mataku, menggenggam tanganku. 

"Udah jangan nangis ya, malu, aku beliin es krim ya"

Aku hanya terdiam, berusaha menenangkan diri sendiri yang dari tadi menangis tak karuan seperti anak kecil yang meminta sesuatu namun tidak di kasih. meliriknya yang bergerak dari tempat duduk.

"Aku ke toiled dulu ya"

Tak lama kemudia dia kembali dan membawakanku es krim.

"Dimakan dulu es krimnya, nanti keburu mencair, trus kita pulang, karena udah malam ini, ok"

Dimalam itu dia hanya membujukku layaknya anak kecil yang abis ngambek dan menangis. Dengan kesabarannya menghadapiku dimalam itu, perlakuannya yang membuiat aku luluh dan sangat nyaman berada di dekatnya. Hingga akhirnya dia yang mengantarkan aku pulang. aku menganggapkan kita akan baik baik saja seperti biasanya. berjalan seperti biasanya. Namun tidak seperti apa yang aku kira.

***

Ada seoarang wanita yang menfollow IG ku, aku terkaget melihat poto profile tersebut foto sebuah pernikahan, yaitu foto pacarku  dengan seorang wanita. Aku hanya terdiam dan terpaku melihat foto tersebut, tanganku gemetar, mata ku mengembeng, hatiku hanya terucap, "Ya Allah apakah ini radit?, apakah ini beneraan" aku berusaha tenang melihat itu semua sambil mencari tau apa yang terjadi sebenarnya. Dengan pikiran yang kacau aku stalkernya. DAMN.! benar saja itu benar-benar orang yang sama. 

Aku ScreenShoot gambar itu lalu aku kirim kepadanya dengan kalimat

"Bisa kamu jelasin ke aku? apakah ini benar?" 

Lagi-lagi aku berharap semoga saja itu tidak benar. Namun kenyataannya tidak seperti apa yang aku harapkan. 

"Ini yang aku takutkan terjadi juga"

Air mata ku tak dapat di bendung lagi, aku menahan nangis dalam sesak. air mataku keluar tumpah, tanganku gemetar, pikiranku kosong. "Ya Allah ini apa, kenapa ngasih rasa sakit ini" protesku kepada tuhanku. "ya Allah ini beneran, apa dia punya kembaran". Aku masih denail akan kenyataan yang sedang terjadi menghampiri. Lupa akan doa yang telah aku panjatkan kepada Dia. Balasan darinya cukup jelas untukku. Benar adanya dia telah memiliki istri yang di nikahinya pada tahun 2017. Tahun pada saat aku dan dirinya baru saja berkenalan.

"Kenapa kamu ga cerita dari awal kalau kamu udah punya istri, aku gamau di cap sebagai pelakor, dan ga ada maksud aku untuk merusak rumah tangga orang dit." kirim pesan ku kepadanya.

"Dari dulu kan aku udah kasih tau kamu, kita gabisa, dan pasti kamu ga bisa nerima aku"

"Tapi kamu ga pernah cerita soal ini loh, kalau kamu kasih tau dari dulu ya aku ngapain bertahan sejauh ini, buang buang waktu loh. Makasih atas rasa sakitnya dit"

"Iya, Maaf, kamu gatau kan, aku dengan istriku bagaimana hubungannya. Aku tidak sepenuhnya menjadi diriku, berbeda saat aku bersamamu, aku yakin suatu saat nanti seseorang yang menjadi suamimu nanti akan merasa bahagia, karena aku merasakan itu"

"Gue sakit banget dit lo giniin"

"Ya mau di apaiin lagi, memang seperti ini kenyataannya" ucapnya tanpa dosa.

Sejak kejadian itu aku merasa manusia yang sangat bodoh, bertanya-tanya kepada diriku sendiri, lelaki seperti apa lagi yang aku harus percaya. Yang terlihat baik saja kenyataannya tidak sebaik itu. merasa jijik kepada diriku yang telah menjalin hubungan dengan suami orang. Malu terhadap istrinya, padahal tidak seperti apa yang istrinya pikirkan. Aku sama sekali tidak mengetahui dia telah memiliki seorang istri. semua kontaknya aku hapus, satu-satunya cara untuk aku tidak dapat lagi untuk menghubunginya. tidak sampai disitu saja, dia terus menghubungiku untuk bertemu dan menjelaskan semuanya.

Aku memilih untuk tidak lagi bertemu dengannya. Aku tidak ingin perasaanku semakin dalam terhadapnya. Jika aku bertemu lagi dengannya bukan lagi tanpa kesengajaan namun kesengajaan yang dilakukan. Mungkin ceritanya berbeda jika dia jujur sejak awal. 

Dan yang tidak sama sekali ada dalam pikiranku adalah. Dia liburan bareng Istrinya ke pulau yang sama saat aku pergi dengannya hahahaha. Saat aku tau itu dalam hatiku terucap "Ya Allah kasian istrinya di ajak liburan ke tempat yang pernah di kunjungin sama wanita lain" hehehehe  

-End-

Terimakasih sudah mau membaca hingga akhir guys. Terimakasih sudah mau mampir di blog ku ini. aku mempunya banyak cerita yang menakjubkan soal percintaan yang sampai skrng belum juga menemukan untuk menjadi teman hidupku. Semoga kalian bahagia selalu dalam menemukan Cinta dalam hidupmu ya gais. See you bye bye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar